"> Sepenggal cerita “Forever In The Air” – GIGI

Sepenggal cerita “Forever In The Air”

Forever In The Air, sebuah album yang memiliki cerita seru di setiap proses pembuatannya. Sebuah harapan besar Gigi dari terciptanya album ini ialah akan tersampaikan makna dari setiap track nya. Dengan niat dan tekad, Gigi memutuskan berangkat ke Power Station di BerkleeNYC untuk melakukan proses rekaman. Terpilihnya Power Station sebagai tempat rekaman adalah karena tempat ini merupakan studio rekaman legendaris yang dimana ada dari banyak nya musisi ternama yang juga melakukan proses rekaman untuk lagu-lagu mereka. Dengan kata lain, Gigi berharap album yang berproses di Power Station ini memiliki keberuntungan yang sama untuk dikenal lebih luas. Di dalam album ini, ada dua dari sembilang track dari album ini yang menarik dalam proses pembuatannya.

“Menari-nari” salah satu track di album Forever In The Air yang tempo nya dibuat medium seperti andai dan untuk pertama kalinya, Dewa Budjana membuat lirik sendiri di dalam album yang dimana sebelumnya hanya menyerahkan lagu dan membiarkan Armand membuat liriknya. Pesan yang diungkap dari menari-nari adalah putaran waktu dari hidup, “masa lalu, masa kini, masa depan…” pada umumnya merupakan basic repetisi. Menariknya lirik pertama yang ketemu adalah bagian reff nya, “menari-nari hingga akhir nanti..” yang bermakna kadang-kadang apapun yang terjadi, pengalaman hidup yang naik-turun dan kita sebagai manusia mencari cara bagaimana membua t hal itu menjadi sebuah afirmasi positif, dengan kata lain lupakan saja semuanya, lupakan semua yang membelenggu, maka terciptalah “menari-nari”. Lirik asli dari “Menari-nari” yang seharusnya adalah, “menyanyi-nyanyi, kan ku bawa mati”, namun hal itu agak terdengar menyeramkan walaupun Dewa Budjana ingin sekali menambahkan lirik itu kedalam lagu. Hingga akhirnya diubah dan menjadi, “menari-nari hingga akhir nanti, bernyanyi-nyanyi kan ku bawa pulang..” dan hasil dari semua lirik track lagu ini menjadi sebuah afirmasi positif.

Lagu ini dibuat formulasi baru dari yang seharusnya menggunakan awalan kunci F dan diturunkan menjadi satu setengah. Dibuat seperti itu karena agar pendengar bisa bernyanyi bersama dan bahkan jika mereka ingin membawakan lagu ini pun dapat diikuti dengan nyaman. Walaupun terdengar enak dan masih bisa dibawakan oleh Armand pada formulasi pertama, tetapi jika range nya terlalu tinggi akan susah ditiru oleh pendengar selain dari itu alasan lain agar bisa dibawakan lebih santai. Pada proses rekaman, Dewa Budjana menyiapkan preset yang dimana ada backing track nya, seperti layer path, tetapi saat bermain gitar nya langsung kecuali dubbing akustik. Didalam preset sound effect yang dibawakan sudah dipastikan yang namanya tempo, delay, reverb nya karena lagunya yang begitu saja (sederhana), reverb seperti apa, masuk course nya apa, itu fix sudah dibuat, jadi saat rekaman kita tidak memikirkan kembali, jadi semua preset di setiap lagu dan part sudah pasti (fix).

Lagu kedua adalah “Semua Kan Terjawab”, ini merupakan satu dari sembilan track yang cukup banyak revisi nya. Sejak pembuatan basic arrange, pembuatan lirik yang sedikit agak diubah saat workshop, hingga kembalinya ke Jakarta pun banyak perubahan dan masukan dari personil lainnya. Yang terpenting dari Gigi adalah basic rhythm, pondasi menentukan basic rhythm ini adalah bass (thomas) dan drum (Hendy), dengan hal itu akan ketemu feeling gitar dan detail lainnya. Perubahan intro dan merombak yang cukup banyak sampai dilakukan workshop kembali di studio Gigi dan akhirnya terciptalah “Semua Kan Terjawab” yang sekarang kalian dengar.

Track yang di ciptakan oleh Gusti Hendy ini memiliki fun fact. Lirik yang tercipta terinspirasi dari kisah orang-orang sekitar, lirik ini bercerita tentang sebuah cinta yang sangat diharapkan sampai akhirnya memendam perasaan, bahkan merelakan orang yang dicintai bersama yang lain, atau merelakan diri untuk menerima dan mencintai orang lain. “Menunggu… plis katakanlah..”, itu menjadi sebuah kunci lirik dari track ini. Sebuah potongan lirik yang bermakna, sama-sama menunggu dan terciptalah “Semua Kan Terjawab” dibuat dengan lirik yang terlihat natural, ringan dan mudah diingat. Sampai pada lirik, “Mungkin, esok, dan lusa… Semua Kan Terjawab.” menjadi sebuah ungkapan yang mungkin akan terjawab. Dari lagu yang tercipta dalam Forever In The Air ini, Gigi berharap GigiKita senang dan dapat diterima  dengan penuh antusias, dan tentunya tidak berhenti tidak disitu saja karena kita berharap juga bisa melebar lebih luas dengan GigiKita dan generasi Gigikita selanjutnya.

Tag Cloud:

By admin gigidigitalofficial